21 Desember 2008

11 hari yang lalu

sekarang 21 desember 2008

aku masih binggung dengan apa yang kurasakan saat ini. besok hari ke 12 aku bekerja, tapi aku ragu untuk melanjutkan pekerjaan ini.

aku bukan tipe orang yang suka marah-marah, apa lagi pada ibu-ibu yang bekerja membanting tulang untuk membantu suaminya.

oya... aku lupa bilang, SEKARANG AKU SUDAH BEKERJA, tempatku bekerja adalah sebuah pabrik snack untuk anak-anak, aku bekerja sudah 11 hari jika dihitung dari pertama kali aku masuk kerja. aku bisa masuk kerja disana karena temanku ternyata sudah masuk duluan. saat pertama kali ditawari kerja wah... aku langsung senag sampai aku tak menghiraukan berapa gaji yang akan aku terima nanti. ngomong-ngomong soal gaji, ya... lumayan lah gajiku masih diatas rata-rata UMR yang ada dimalang. jabatanku langsung tinggi loh... yaitu Supervisior Produksi, keren tidak...?

tapi itu semua adalah kebahagian sesaat...

aku harus bekerja 8 jam mulai dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore (itu plus 1 jam istirahat), hariku bekerja adalah 1 minggu 6 hari kerja (jadi hari sabtu aku tetap masuk seperti biasanya).



Hari 1 kerja

aku agak shock... ternyata kerjaanku buerat buanget

aku tidak dikasih JD (job deskription) so... aku "klontang-klantung" dak tahu harus kerja apa

ini pertama kali aku kerja

aku tidak tega lihat ibu-ibu kerja keras angkut masakan, gorengan, dan pokoknya kerja keras lah mereka...

hari pertama kerja aku lalui seperti 24 jam kerja tanpa henti

wuh... berat banget lah pokoknya...



aku... tidak tahuharus ngapain...


sekarang hari minggu...
tepat 12 hari setelah aku kerja
tadi pagi aku dapat telpn, katanya dia tertarik dan akan memberikan pekerjaan, tapi dia bilang gajinya kecil..., yang aku tahu kerjanya agak mendingan dari pada yang sekarang. aku akan coba melihat dan akan memilih mana yang akan aku pilih...

24 September 2008

Harapan

Benginikah Hidup?
penuh akan penantian
penuh kepenatan
penuh akan kehilangan

Aku sibuk berjalan
entah... berjalan dengan arah ataukah tidak?
aku disudut dunia binggung menunggu
menunggu dan menanti

yang ku tahu
aku mencarimu
Harapanku


Manusia dapat hidup 40 hari tanpa makan, sekitar 3 hari tanpa air, sekitar 8 menit tanpa udara, tapi hanya 1 detik tanpa harapan (Hal Lindsey)

17 September 2008

Sedekah... Oh Sedekah

"Senin 15 September 2008 merupaakan hari yang sangat mengembirakan, bagaimana tidak? seorang pengusaha dermawan memberikan sedekah sebesar Rp 30. 000,- per orang. sejak pagi sudah banyak oraang tua, muda bahkan anak-anak yang menunggu. tepat pukul 09.00wib pintu dibuka, satu demi satu mengambil uang yang sudah disediakan oleh sang dermawan. tetapi hal tersebut menjadi menggemparkan, pada pukul 12.00 wib hampir semua stasiun tv menayangkan mengenai kecelakaan yang merenggut 21 nyawa dikarenakan terinjak-injak dan kehabisan oksigen karena berdesak-desakan. haal tersebut terjadi dirumah sang dermawan yang membagiakan sedekah."

Sepenggal cerita diatas bukanlah cerikta fiksi dari novel atau karanggan penulis saja supaya pembaca mau membaca blog ini. Akan tetapi itu adaalah cerita nyata yang terjadi di Kota Pasuruan Jawa Timur. Sungguh mengenaskan dan sangaat disayangkan. Bagaimana bisa hal yang seharusnya membuat senang, menjadi suatu kedukaan bagi yang ditinggalkan. Uang Rp 30.000,- harus ditukar dengan nyawa. ini sungguh ironis.

Penulis tidak akan membahas mengenai siapa yang salah dan siapa yang benar dari tragedi diatas. Tetapi penulis mencoba melihat dari kacamata yang lain (penulisnya pakai kacamata soalnya) yaitu "Ternyata Masih Banyak Orang Yang Membutuhkan (orang miskin) Di Indonesia Ini". Saat masih SD dahulu kita pasti pernah disuruh menghafalkan Undang-Undang Dasar 1945, dan pastilah kita masih ingat akan Pasal 34 yang menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dilindungi dan dipelihara oleh negara”.

Lalu apakah itu sudah dilakukan?

Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Apakah kita harus bergantung terus pada Negara?

Saat ini penulis mulai berfikir seperti itu, haruskah penulis diam tanpa membantu Negara? tapi jika membantu, apakah yang bisa penulis lakukan?

Apabila diantara pembaca bisa memberi penjelasan saya ucapkan terimakasih, dan saya tunggu komentar dari kawan-kawan pembaca

HIDUP INDONESIA

Susahnya CARI KERJA

Dahulu terasa Indah
saat kita masih pakai ALMAMATER
saat akan ujian kita pakai cara SKS
saat Maba datang kita pakai jurus SENIORITAS

tapi...
saat Toga terpasang
aku mulai bingung dan linglung
kemanakah aku akan berjalan?

3 bulan sudah berlalu...
tanpa ada kejelasan hidup

haruskah aku begini terus
berjalan tanpa arah jelas

menggantungkan hidup pada secarik kertas bernama IJASAH
menanti orang baik hari memanggil
"anda saya terima di perusahaan"

apakah bangga?
sarjana dengan TITEL S1 PERTANIAN
menggantungkan masa depan pada Secarik Kertas?

apakah layak?
sarjana dengan TITEL S1 PERTANIAN
menaanti, menanti dan terus menanti

LIHATLAH kedepaan
banyak yang layak kau lakukan
untuk hidupmu dan masa depanmu