Uang...
Siapa yang tidak membutuhkan uang sekarang??? Semuanya sudah serba uang, beli baju bayar pakai uang, beli makan bayar pakai uang, bahkan untuk bernafaspun ada yang harus pakai uang. Benar-benar gila dunia ini... semuanya dinilai oleh uang. Kuliah harus bayar dengan uang bukan??? Bahkan nilaipun bisa bagus kalau ada uang wah... benar-benar dunia ini sangat mengagung-agungkan uang.
Uang...
Uang dibuat untuk mempermudah proses transaksi, tapi sekarang uang dibuat untuk memanjakan manusia, “bagi yang punya uang”. Tak salah bila pada musim saat ini (Musim Kampaye) banyak yang mengobral uang sebagai jaminan, mulai dari yang ini murah, itu murah, ato janji-janji kesejahteraan bila nanti terpilih...
Wah... hebat sekarang semuanya tumpah ruah dijalan menghambur-hamburkan uang untuk kampanye supaya terpilih kelak, lagi-lagi pakai uang
Uang...
Siapa yang tidak mau uang???
Membanting tulang untuk dapat uang, bahkan dengan berkata bisa jadi uang... Benar-benar indah dunia ini semuanya dapat dinilai dari uang. Sampai ada perkatan “Kalo Kepala Lo Jual, Gua Beli!!!” sampai segitukah peran uang sekarang???
Sekarang katanya jaman modern, ya... modern karena manusia diperbudak oleh uang. Uang, uang, dan uang... Itu pasti yang ada dipikiran semua orang... Adakah yang tidak berfikir tentang uang dalam hidupnya???
HIDUP UANG!!!
HIDUP UANG!!!
JAYALAH UANG!!!
Jadilah sebuah semangat untuk hidup???
Uang...
PS: Ini adalah sebuah perenungan, benarkah kita sudah dikuasai oleh Uang sekarang...?
Semua yang ada di dunia ini adalah Fana semata, Semuanya ada dan bermula dari Dia yang meciptakan dan memusnahkan kita, Jangan Takut dan Gentar.
02 April 2009
Perbedaan Persepsi
Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :
- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukamu terkena sinar matahari.Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal. Anak yang sulung bertambah kaya, sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.
Jawab anak yang bungsu : "Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".
"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung : "Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut".
"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."
"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".
Sumber: Berbagai Buku
- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukamu terkena sinar matahari.Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal. Anak yang sulung bertambah kaya, sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.
Jawab anak yang bungsu : "Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".
"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung : "Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut".
"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."
"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".
Sumber: Berbagai Buku
Langganan:
Postingan (Atom)