Semua yang ada di dunia ini adalah Fana semata, Semuanya ada dan bermula dari Dia yang meciptakan dan memusnahkan kita, Jangan Takut dan Gentar.
03 Maret 2009
Srigala dan Bangau
Ini sebuah cerita yang berasal dari sebuah hutan berabad-abad yang lalu sebelum manusia ada (red: sok tahu, bagaimana bisa cerita kalau manusianya aja belum ada). Di hutan tersebut ada seekor Srigala yang sangat ditakuti, dia menjadi Sang Raja Hutan setelah mengalahkan Singa dan memakan Singa tersebut mentah-mentah (red: ya-iyalah dimakan mentah, emang hewan bisa masak). Dan dimulailah Dinasti baru (red: Mentang-mentang baru nonton Red Cliff tuh), yaitu Dinasti Srigala Khan. Srigala ini sangat gemar makan daging (red: memang ada Srigala yang makan tumbuhan). pada suatu waktu Srigala tersebut sedang makan daging ayam (red: memang kenyang cuman makan ayam), karena sangat laparnya 1 ekor ayam ekor tersebut langsung dimakan utuh-utuh (red: perbedaan lapar dan rakus kecil banget). Saat sedang menelan ayam, tiba-tiba salah satu tulang ayam yang dimakan tersangkut ditenggorokannya (red: hehehe rasain). Srigala tersebut teramat sangat tersiksa (red: duh kasihan banget), sehingga dia minta bantuan pada hewan-hewan yang ada di hutan. Tetapi semua hewan yang ada disana tidak ada yang bisa mengeluarkan tulang tersebut, akhirnya Burung Hantu menyarankan agar pergi ke Burung Bangau agar tulang yang menyangkut di tenggorokannya bisa diambil dengan paruhnya yang panjang (red: kenapa harus Burung Hantu ya… yang selalu dianggap tahu segalanya).Maka pergilah Srigala menemui Burung Bangau, saat sudah bertemu Srigala berkata: “Wah… hai Bur..rung Bang..gau ya…ng rup…pawan, tol…long ak…ku, tol…long am…bilkan tul…lang ya…ng men…nyak…kut di… teng…gor…rok…kan…ku”, katanya sambil terbata-bata kerena rasa sakit ditenggorokan (red: duh kasihannya).Burung Bangau pun menjawab :” Tidak, pasti nanti setelah aku mengambil tulang yang menyangkut ditenggorokanmu, kau pasti akan memakanku?”.Srigala tersebut berkata: “Ti…idak ak…ku ti…idak a…kan me…mak…kan…mu, tet…ta…pi bil…la nan…nti su…dah sem…buh ak…ku ak…kan me…mber…ri…mu had…di…ah, in…ni jan…nji…ku”.“Benar apa yang kau katakana?” Tanya Bangau, karena menahan sakit maka Srigala tersebut hanya menganguk-angguk tanda setuju.“Kau tidak bohongkan?” Tanya Bangau lagi, Srigalapun menganguk-angguk.“Baik akan aku ambil tulang yang menyangkut di tenggorokanmu, tapi ingat akan janjimu yack?” kata Bangau lagi, dan untuk kesekian kali Srigala hanya bisa menganguk-anguk saja.Kemudian Bangau pun mengambil tulang yang menyangkut di tenggorokan Srigala tersebut dengan paruhnya yang panjang, setelah terbebas dari tulang tersebut maka pergilah Srigala tersebut tanpa bilang apa-apa.Bangau pun berkata: “Srigala Lupakah kau akan janjimu?”Srigala tersebut menoleh sambil berkata: “Aku sudah mengampuni nyawamu, aku tidak akan memakanmu hari ini, apakah itu bukan hadiah terindah untuk mu?”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar